Tuesday, 1 April 2014

Prahara

kedipan dusta selimuti waktu cercah cahaya entah dimana keceriaan anak adam telah sirna diujung tombak sang pembunuh segelas kopi mene... thumbnail 1 summary
kedipan dusta selimuti waktu
cercah cahaya entah dimana
keceriaan anak adam telah sirna
diujung tombak sang pembunuh

segelas kopi menemani pagi yang suram
akankah datang siang hari ini
rindu kami akan hangatnya matahari
yang selalu jujur tanpa membunuh

kutulis syair penuh air mata
kurangkai dalam kata dan nada sendu
didalam tangisan duka
yang mengharap uluran tangan para pahlawan

kemarin satu nyawa pergi lagi
sama seperti hari belakang
apakah ini terus berlanjut

semua karena penguasa yang menipu
dengan peralatan lengkapnya untuk membunuh jiwa yang suci
negeri ini hampir mati kawan
tinggal semangat jiwa baru yang bertahan
semoga ia dapat mengulurkan tangan
bagi jiwa lemah penuh harap

By : Ricky Pratama

No comments

Post a Comment

Adsense

Ayeesha Hijab. Menjual Busana Muslimah. Kunjungi Kami di Instagram @ayeesha.hijab