Thursday, 18 September 2014

BERKAT DOA IBU

Ibu, terima kasih atas segala doamu, kini  aku telah berjaya. Aku  sayang ibu. *********             Namaku rara, aku adalah seorang g... thumbnail 1 summary
Ibu, terima kasih atas segala doamu, kini  aku telah berjaya. Aku  sayang ibu.
*********
            Namaku rara, aku adalah seorang gadis yang dilahirkan oleh seorang perempuan yang ditinggalkan oleh suaminya untuk  berselingkuh dengan seorang perempuan asing ketika ia tengah hamil  tua. Hingga kini aku tak pernah tau siapa ayahku sebenarnya. berasal dari keluarga miskin membuatku terbiasa hidup keras, aku terus bekerja sambil  menganyam bangku Pendidikan sejak SMP dengan tujuan agar dapat membantu  ibu untuk  membiayai sekolahku dan untuk menabung demi meraih cita – citaku yaitu menjadi seorang pengusaha sukses. Aku sangat ingin meningkatkan taraf hidupku dan ibuku dengan menjadi pengusaha, semua  itu  kulakukan agar akudapat memberikan kesempatan menikmatiindahnya  kehidupan kepada ibu yang sangat kusayangi.
aku sangat berambisi untuk mewujudkan cita – citaku ini, sering aku menangis ketika ibu menyarankan untuk  melupakan cita – citaku dan mencari pekerjaan yang pasti, aku tahu semua itu ibu lakukan karena ibu tidak ingin aku gagal dan kecewa  nantinya. aku  pernah berkata bahwa aku tidak pernah menyesal jika aku  gagal  dalam meraih cita – citaku. Tapi aku tahu walaupun begitu ibu hanya ingin aku mendapatkan yang terbaik tentang segala sesuatu di dalam hidupku. bahkan aku sering mendengar ibu menangis dalam doanya di malam hari saat ia mendoakanku. oleh karena itu aku selalu berusaha keras menabung untuk mewujudkan impianku itu. suatu ketika aku diajak oleh salah seorang teman ke Malaysia untuk bekerja disana, aku langsung pergi setelah meminta izin terlebih dahulu kepada ibu. Aku tahu ibu sangat bersedih ketika aku berangkat ke Malaysia, oleh karena  itu  aku berangkat dengan sedikit tergesa – gesa agar aku tak dapat melihat wajah ibu ketika ibu menangis, karena aku takkan perah sanggupjika melihat air mata ibu mengalir, apalagi jika air mata itu mengalir untukku.
setiba di Malaysia, aku dibawa ketempat yang terdapat banyak wanita cantik dan seksi, sebagai gadis kampung aku tidak  tahu tempat apa itu dan aku menurut saja. tak kusangka bahwa ternyata aku telah dikelabui, orang yang selama ini kupikir adalah temanku ternyata telah menjualku ke sebuah tempat pelacuran. Aku disekap disebuah kamar yang sangat mewah. Beruntung aku berhasil kabur dari tempat menjijikkan itu.
            Ketika itu aku langsung teringat tentang ibu, aku sadar bahwa aku pada hari itu telah diselamatkan oleh tuhan berkat doa ibuku. Lalu aku menggunakan sisa uang yang kumiliki untuk makan pada malam itu, beruntung pasportku sempat  kubawa lari, walaupun bajuku tak sempat terselamatkan, namun aku sangat bersyukur telah selamat dari jebakan yang dibuat oleh orang yang selama ini kupikir adalah temanku. Malam itu aku tidur dipinggiran jalan kota kuala lumpur dengan pakaian seadanya dan tanpa berselimut apapun.
            Keesokan paginya aku tanpa sengaja bertemu dengan salah seorang warga kampungku yang bernama bang saleh. Aku  diajak duduk di sebuah café di kota kuala lumpur dan disana aku menceritakan banyak hal mengapa aku sampai ke Malaysia dan semua  yang telah terjadi padaku. Setelah mendengar ceritaku, bang saleh membawaku pulang ke rumahnya dan mengajakku tinggal disana berrsama keluarganya, rumah bang saleh sangatlah besar dan luas, aku sempat memimpikan mempunyai rumah sebesar ini. Bang sleh memberikannku pekerjaan sebagai kasir di salah satu super market miliknya, bang saleh adalah salah satu perantau yang telah sangat sukses di Malaysia.
                                                                      ********           
Setelah 3 tahun bekerja dengan bang saleh akhirnya uang tabunganku telah mulai banyak dan aku  memutuskan untuk  pulang ke tanah air. Setelah beberapa urusan selesai  dalam beberapa  hari aku langsung terbang menggunakan pesawat air asia menuju kampung halaman, dalam beberapa jam aku langsung tiba di tanah air. Dan aku melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman menaiki bus angkutan umum. Ketika aku tiba dirumah aku langsung memeluk ibuku dan menangis tak henti dalam pelukannya. Bbetapa aku merindukan pelukan hangatnya.
********
Uang yang kudapat di negeri  jiran sangatlah banyak, dan aku memutuskan untuk  menyewa toko 2 pintu, lalu toko itu kujadikan sebuah mini market swalayan, aku  sangat bersyukur karena akhirnya aku  mulai dapat melangkah maju sedikit demi – sedikit untuk mewujudkan cita - citaku.
********
3 tahun kemudian
Kini aku  telah berhasil mengembangkan usahaku ini, kini mini  market yang kubuat 3 tahun yang lalu telah berubah menjadi super market dan memiliki beberapa cabang di kota – kota besar di negeri ini serta diluar negeri. Dan memiliki omset per tahun yang sangat luar biasa besar.  Bahkan aku yang dulunya  bekerja pada bang saleh di malayia, kini telah menjadi partner bisnis bang saleh dalam hal ekspor dan impor barang.
Akan tetapi ini semua tetaplah berkat ibu yang dengan penuh kesabaran dan ketabahan telah membesaarkanku dan selalu tanpa henti  mendoakanku. Terima kasih ibu,  ini semua  berkat doamu.


Goresan Pena : RICKY PRATAMA

No comments

Post a Comment

Adsense

Ayeesha Hijab. Menjual Busana Muslimah. Kunjungi Kami di Instagram @ayeesha.hijab